Selasa, 30 Desember 2014

CARA MEMBUAT NASKAH FILM



Cara Membuat Naskah Film Bagi Pemula
Pernah terpikir bagaimana cara membuat naskah film sebelumnya? JIka tidak, kali ini IDS akan memberikan gambaran secara umum mengenai cara membuat sebuah naskah film. Dalam bahas perfilman, naskah biasa disebut sebagai Script atau Screenplay. Naskah itu sendiri bisa diangkat dari kisah nyata (berupa sejarah, kehidupan sosial ataupun semacamnya), ada yang diangkat dari komik, novel, game, dan sebagainya.

Cara Membuat Naskah Film Bagi PemulaBerikut IDS paparkan cara membuat script secara sederhana, agar kamu bisa langsung mempraktekannya setelah membaca artikel ini.


1. Ide cerita
Cerita tidak akan tercipta tanpa sebuah ide. Ide cerita yang ada dalam imajinasimu sebaiknya langsung tuangkan dalam bentuk tulisan. Contoh ide cerita misalnya tentang sepasang kekasih yang sama-sama selingkuh karena tidak puas dengan pasangannya.

2. Merumuskan naskah
Dalam langkah kedua ini, kamu harus membuat kerangka dari ide cerita yang sudah kamu dapatkan. Kerangka nantinya akan membantumu memetakan jalan cerita agar ceritamu tidak ‘glambyar’.

3. Menyusun Plot
Penyusunan plot yang merupakan alur cerita sangat diperlukan dalam menulis naskah film. Struktur plot pada umunya terdiri dari 3 (tiga) babak yaitu set up atau awal konflik, confrontation atau komplikasi masalah, dan resolution atau penyelesaian masalah.

4. Setting dan Penokohan
Menentukan setting sebuah film harus kamu lakukan secara detail, agar mempermudah proses syuting (peralatan menggambil gambar). Begitu juga dalam penokohan, jelaskan secara rinci karakter setiap tokoh yang ada dalam ceritamu.

5. Sasaran
Penting bagimu untuk menentukan segmentasi dari film yang akan dibuat. Apakah film ini ditujukan untuk anak-anak, dewasa, keluarga, atau remaja.

6. Pesan
Film yang baik adalah film yang memberikan sebuah pesan moral bagi yang menontonnya.
Setelah melalui enam tahapan diatas, kamu juga harus memperhatikan bagian-bagian yang ada dalam naskah film. Suatu naskah film terdiri dari enam bagian, yaitu:

  • Title Page, adalah judul yang akan dijadikan pedoman pertama bagi seorang produser untuk menilai apakah pembuat naskah itu seorang profesional atau hanya amatiran.
  • Scene Heading, merupakan sebuah petunjuk dimulainya suatu naskah. Kata yang digunakan yaitu “EXT. — ” (cerita berlangsung di luar ruangan) dan “INT. — (cerita berlangsung di dalam ruangan). Kemudian diikuti nama sebuah tempat yang harus ditulis dengan huruf kapital.
  • Action, biasanya ditulis 2 baris dibawah Scene Heading. Action adalah gambaran yang menceritakan apapun yang akan terlihat dalam adegan film dan selalu pada keadaan sekarang ( Present Time ).
  • Dialogue, merupakan segala sesuatu yang dibicarakan oleh tokoh atau karakter.
  • Parenthetical, adalah keterangan yang menjelaskan segala sesuatu yang dilakukan oleh karakter atau tokoh.
  • Transition, sebuah deskripsi pendek untuk menjelaskan bahwa cerita berpindah dari scene ke scene lain. Diantaranya adalah: CUT TO, DISSOLVE TO, INTERCUT WITH atau INTERCUT BETWEEN. Sedangkan pada akhir cerita biasanya FADE OUT, IRIS OUT, dll.
Bagaimana, tidak begitu sulit bukan? Sebagai latihan sebelum menulis naskah film cobalah untuk membuat ide cerita yang menarik kemudian membuat sinopsisnya sepanjang satu halaman.

TEKNIK PENGAMBILAN GAMBAR (VIDEO)




Dalam pembuatan sebuah film, banyak sekali unsur-unsur yang harus diperhatikan agar film itu nantinya akan menjadi film yang berkualitas. Salah satu unsur yang sangat perlu diperhatikan adalah pengambilan gambar dengan kamera. Sama dengan Photography, pengambilan gambar (video) dalam pembuatan film memerlukan teknik, tidak asal merekam pada Objek yang dituju. Dengan kualitas teknik yang dikuasai kameramen, maka akan diperoleh angle yang tepat yang akan menghidupkan film itu sendiri. Berikut adalah teknik-teknik dalam pengambilan gambar.

Jenis kamera :

1. Kamera foto (still photography)
Kamera foto menghasilkan gambar-gambar yang tidak bergerak ( still single picture). Bahanbaku penyimpanan gambar berasal dari pita selluloid, sehingga sete-lah melakukan perekaman harus diproses lagi dengan pemrosesan secara kimiawi. Contoh :kamera analog, kamera digital.
2. Kamera Film (Cinema photography)
Kamera film memiliki bahan yang sama dengan kamera foto, namun hasil yang didapat sangat berbeda, kamera film menghasilkan gambar yang bergerak atau disebut still motion. Contoh : kamera 8 mm, 16 mm, 35 mm.
3. Kamera Video (video photography)
Untuk kamera vide sendiri memiliki persamaan dengan kamera film karena mengha-silkan gambar bergerak (still motion), namun yang membedakan yaitu bahan baku-nya yang berupa kaset video yang setelah pengambilan gambar hasilnya dapat langsung dilihat karena terjadinya gambar secara optis dan elektronis. Contoh : kamera Betacam, MiniDV, HDCam. Teknik-teknik yang terdapat pada pengambilan gambar sangat bervariasi, sehingga saat kita menonton suatu film tampak macam-macam sudut pandang pengambilan gambar yang merupakan hal penting dalam film.

Teknik-teknik dalam pengambilan gambar :

1. Camera Angle (Sudut pengambilan gambar)
  • Bird eye view : Pengambilan gambar dilakukan dari atas dari ketinggian tertentu sehingga memperlihatkan lingkungan yang sedemikian luas dengan benda-benda lain yang tampak dibawah sedemikian kecil. Pengambilan gambar biasanya menggunakan helikopter maupun dari gedung-gedung tinggi.
  • High Angle : Sudut pengambilan gambar tepat diatas objek,pengambilan gambar seperti ini memeiliki arti yang dramatik yaitu kecil/kerdil.
  • Low Angle : Pengambilan gambar dari bawah objek, sudut pengambilan gambar ini merupakan kebalikan dari high angle. Kesan yang ditimbulkan dari sudut pandang ini adalah keagungan atau kejayaan.
  • Eye Level : Pengambilan gambar ini mengambil sudut sejajar dengan mata objek, tidak ada kesan dramatik tertentu yang didapat dari eye level ini, yang ada hanya memperlihatkan pandangan mata seseorang yang berdiri.
  • Frog Level : Sudut pengambilan gambar ini diambil sejajar dengan permukaan tempat objek berdiri, seolah-olah memperlihatkan objek menjadi sangat besar.
2. Frame Size (Ukuran gambar)
  • Extreem Close-up (ECU) : Pengambilan gambar sangat dekat sekali, hanya menampilkan bagian tertentu pada tubuh objek. Fungsinya untuk kedetailan suatu objek.
  • Big Close-up (BCU) : Pengambilan gambar hanya sebatas kepala hingga dagu objek. Fungsi untuk menonjolkan ekpresi yang dikeluarkan oleh objek.
  • Close-up : Ukuran gambar sebatas hanya dari ujung kepala hingga leher. Fungsinya untuk memberi gambaran jelas terhadap objek.
  • Medium Close-up (MCU) : Gambar yang diambil sebatas dari ujung kepala hingga dada. Fungsinya untuk mepertegas profil seseorang sehingga penonton jelas.
  • Mid Shoot (MS) : Pengambilan gambar sebatas kepala hingga pinggang. Fungsinya memperlihatkan sosok objek secara jelas
  • Knee Shoot (KS) : Pengambilan gambar sebatas kepala hingga lutut. Fungsinya hampir sama dengan Mid Shot.
  • Full Shoot (FS) : Pengambilan gambar penuh objek dari kepala hingga kaki. Fungsinya memperlihatkan objek beserta lingkungannya.
  • Long Shoot (LS) : Pengambilan gambar lebih luas dari pada Full Shoot. Fungsinya menunjukkan objek dengan latar belakangnya.
  • Extreem Long Shoot (ELS) : Pengambilan gambar melebihi Long Shoot, menampilkan lingkungan si objek secara utuh. Fungsinya menunjukkan bahwa objek tersebut bagian dari lingkungannya.
  • 1 Shoot : Pengambilan gambar satu objek. Fungsinya memperlihatkan seseorang/benda dalam frame.
  • 2 Shoot : pengambilan gambar dua objek. Fungsinya memperlihatkan adegan dua orang yang sedang berkomunikasi.
  • 3 shoot : pengambilan gambar tiga objek. Fungsinya memperlihatkan adegan tiga orang sedang mengobrol.
  • Group Shoot : Pengambilan gambar sekumpulan objek. Fungsinya memperlihatkan adegan sekelompok orang dalam melakukan suatu aktifitas.
3. Moving Camera (Gerakan kamera)
  • Zooming (In/Out) : Gerakan yang dilakukan oleh lensa kamera mendekat maupun menjauhkan objek, gerakan ini merupakan fasilitas yang disediakan oleh kamera video dan kameramen hanya mengoperasikannya saja.
  • Panning (Left/Right) : Yang dimaksud dengan gerakkan panning yaitu kamera bergerak dari tengah ke kanan atau dari tengah ke kiri, namun bukan kameranya yang bergerak tapi tripodnya yang bergerak sesuai arah yang diinginkan.
  • Tilting (Up/Down) : Gerakan tilting yaitu gerakan ke atas dan ke bawah, masih menggunakan tripod sebagai alat bantu agar hasil gambar yang didapat memuaskan dan stabil.
  • Dolly (In/Out) : Gerakan yang dilakukan yaitu gerakan maju mundur, hampir sama dengan gerakan Zooming namun pada dolly yang bergerak adalah tripod yang telah diberi roda dengan cara mendorong tripod maju ataupun menariknya mundur.
  • Follow : Pengambilan gambar dilakukan dengan cara mengikuti objek dalam bergerak searah.
  • Framing (In/Out) : Framing adalah gerakan yang dilakukan oleh objek untuk memasuki (in) atau keluar (out) framming shot.
  • Fading (In/Out) : Merupakan pergantian gambar secara perlahan-lahan. Apabila gambar baru masuk menggantikan gambar yang ada disebut fade in, sedangkan jika gambar yang ada perlahan-lahan menghilang dan digantikan gambar baru disebut fade out.
  • Crane Shoot. : Merupakan gerakan kamera yang dipasang pada alat bantu mesin beroda dan Bergerak sendiri bersama kameramen, baik mendekati maupun menjauhi objek.
  • Gerakan objek (moving object) : 
        a. Kamera sejajar objek. Kamera sejajar mengikuti pergerakan objek,  baik ke kiri / kanan.
        b. Walking (In/Out) Objek bergerak mendekati (in) maupun menjauhi (out) kamera.

CARA MENGGUNAKAN KAMERA DLSR



Bagaimana cara menggunakan kamera DSLR
 
Apa arti DSLR?
DSLR adalah singkatan dari Digital Single Lens Reflex.
Digital artinya kamera tersebut mengambil gambar secara digital, bukan memakai film.
Single Lens artinya memakai lensa tunggal (single) untuk melihat dan mengambil gambar. Kamera tipe lain adalah Twin Lens Reflex (TLR), yang memungkinkan untuk melihat melalui lensa sebelah atas dan mengambil gambar melalui lensa kedua, yang terletak di bagian bawah.
kamera dslr untuk pemula Bagaimana cara menggunakan kamera DSLRReflex artinya kamera memantulkan gambar (image) dari sebuah cermin, lalu ke cermin atau prisma kedua. Hal ini memungkinkan anda melihat objek yang diambil melalui lensa yang digunakan untuk mengambil gambar, artinya apa yang anda lihat adalah sama dengan image yang diambil oleh kamera.
Pilihan mode shooting
Berikut ini adalah dasar dari mode pengambilan gambar (shooting) dan cara terbaik menggunakannya. Tiap merk kamera (Nikon dan Canon adalah yang paling umum dan populer) mungkin memiliki sedikit perbedaan dalam pilihan mode shooting. Namun fungsi-fungsi dasar yang penting biasanya sama antara tiap kamera, yakni sebagai berikut:
– Full Automatic Mode
– Portrait Mode
– Landscape Mode
– Close-Up Mode
– Sports Mode
– Manual Mode

Full Automatic Mode
tips memilih kamera dslr Bagaimana cara menggunakan kamera DSLRFull Automatic Mode ditandai dengan kotak berwarna hijau. Ide dari mode ini adalah si kamera akan mendeteksi kondisi cahaya dan aspek pengambilan gambar lainnya, lalu secara otomatis menyesuaikan settingnya dengan situasi tersebut.

Beberapa pengguna kurang menyukai mode ini, karena terkadang menyebabkan flash menyala otomatis (bukan hal yang bagus untuk foto berkualitas tinggi), dan terkadang ada kendala pada object yang bergerak cepat… yakni menjadi kabur.
Portrait Mode
harga kamera dslr Bagaimana cara menggunakan kamera DSLRPortrait Mode ditandai dengan gambar wajah orang, sebab biasanya mode ini digunakan untuk memotret wajah seseorang.
Foto yang bagus adalah yang fokus hanya pada wajah sang subject, memperlihatkan secara detail bagian mata (paling penting), warna kulit, rambut, dan lain sebagainya. Dia benar-benar fokus pada hal-hal tersebut, dan membuat kabur background yang ada.
Saat memakai Portrait Mode, pastikan subject anda terlindung dengan baik. Cahaya matahari yang berlebihan juga kurang bagus sebab akan menimbulkan bayangan yang tidak menarik. Cahaya yang lembut (di pagi hari atau menjelang sore hari) adalah yang terbaik.
Jika anda tidak mendapatkan cukup cahaya, kamera akan memakai flash yang mana hal tersebut sangat tidak disarankan! Cahaya yang sangat terang dari flash tidak bagus untuk warna atau kualitas foto.
Yang terakhir, model yang akan difoto harus berada dalam kondisi diam. Sebab setting ini tidak menangani gerakan dengan cukup baik, yang dapat menimbulkan kesan kabur pada hasil akhir.
Landscape Mode
kamera dslr murah Bagaimana cara menggunakan kamera DSLRLandscape Mode ditandai dengan gambar pegunungan, sebab jika anda hendak memotret pegunungan sebaiknya memakai mode Landscape.
Mode ini juga bagus untuk mengambil gambar object yang jauh, atau untuk memotret “lukisan besar” dari sebuah pemandangan yang berisi bermacam aspek.
Saat memakai Landscape Mode, ada beberapa hal yang terjadi:
– Warna biru dan hijau menjadi lebih cerah pada hasil gambar.
– Kamera akan menyesuaikan setting sehingga sebagian besar object akan terfokus. Hal ini sangat berbeda dengan Portrait Mode, dimana anda hanya menghendaki wajah dari subject yang menjadi fokus.
– Mode ini cukup baik digunakan pada object bergerak, namun bukan cara yang paling baik.
Close Up Mode
kamera dslr nikon Bagaimana cara menggunakan kamera DSLRClose Up Mode ditandai dengan gambar bunga, biasanya tulip, sebab biasanya bunga menjadi subject umum untuk close up.
Saat memakai mode Close Up, kamera akan menyesuaikan setting sehingga hanya sebagian kecil gambar yang menjadi fokus, sisanya akan menjadi agak buram. Sangat bagus untuk foto bunga, serangga, embun, dan subject lain yang ingin anda ambil dan menonjolkan detail secara close-up.
Beberapa tips menggunakan Close Up Mode:
– Pastikan anda mendapat cahaya yang memadai
– Tahan posisi tangan setenang mungkin, coba juga untuk menahan napas. Atau bisa juga menggunakan tripod jika anda memilikinya.
– Jangan coba-coba menggunakan mode ini untuk object yang bergerak, sebab anda akan mendapatkan hasil yang sangat kabur.
Sports Mode
perbedaan kamera slr dan dslr Bagaimana cara menggunakan kamera DSLRSports Mode ditandai dengan gambar orang sedang berlari.
Di mode Sports, kamera akan menyesuaikan kecepatan shutter menjadi secepat mungkin. Artinya dia akan mencoba yang terbaik untuk menangkap sebuah gambar dalam momen yang sangat singkat!
Mode ini sangat bagus untuk memotret anak-anak, binatang, event olahraga, atau menangkap semua hal yang bergerak cepat.
Mode ini juga memungkinkan anda mengambil gambar secara cepat, antara satu foto ke foto yang lain, menciptakan suatu rangkaian foto yang cukup menarik.
Manual Mode
daftar harga kamera dslr Bagaimana cara menggunakan kamera DSLRManual Mode ditandai dengan huruf M.
Manual Mode memerlukan latihan yang cukup banyak, namun sangat layak untuk dipelajari. Saat memotret menggunakan mode Manual, anda dapat mengontrol setiap aspek dari foto anda untuk menghasilkan hasil yang terbaik.
Apa yang bisa disetel saat menggunakan Manual Mode?
– Menyetel ISO untuk menyesuaikan sensitivitas kamera terhadap cahaya.
– Menyetel bukaan (aperture), juga dikenal dengan F-Stop, untuk menyesuaikan seberapa besar gambar yang akan dijadikan fokus. Hanya sebagian kecil (seperti di Close Up Mode) atau cukup besar (seperti di Outdoor Mode).
– Menyetel kecepatan rana (shutter), yang menentukan seberapa cepat kamera mengambil sebuah gambar. Kecepatan tinggi akan menangkap object yang bergerak cepat namun membutuhkan lebih banyak cahaya. Sedangkan kecepatan rendah dapat dioperasikan pada kondisi yang lebih minim cahaya namun diperlukan pegangan yang mantap.
– Menyetel fokus secara manual untuk memastikan kamera benar-benar fokus pada area yang tepat.
Lebih lengkap mengenai cara memotret memakai Manual Mode akan ditampilkan pada artikel berikutnya. Jadi tetap pantau InfoGaptek dan jangan lupa daftarkan email anda supaya tidak ketinggalan informasi menarik lainnya! icon smile Bagaimana cara menggunakan kamera DSLR
Sumber artikel dan foto : http://learni.st/users/sarah.welle/boards/77211-how-to-use-a-dslr-camera
Artikel yang berhubungan:
  1. Bagaimana Memotret Foto Digital Yang Bagus
    Memotret menggunakan camera digital memerlukan beberapa teknik yang sama digunakan seperti pemotretan menggunakan film negatif. Namun ada beberapa hal penting yang berbeda pada camera digital....
  2. Tips Memilih Digital Camera (Part 1)
    Sebelum membeli kamera digital, anda perlu mengetahui beberapa istilah yang berkaitan dengan fitur-fitur yang terdapat pada sebuah kamera digital, sebagai berikut: – Resolusi (megapixel) –...
  3. Tips Memilih Digital Camera (Part 2)
    lanjutan dari Part 1 Setting pencahayaan Semua kamera digital memungkinkan untuk pemotretan dalam model full otomatis – tinggal tekan tombol, lepaskan, dan anda langsung mendapatkan...
  4. Smartphone HTC Terbaru Bagi Yang Suka Foto Selfie
    Beberapa bulan ini berita diramaikan dengan demam selfie (mengambil foto diri sendiri). Meski sebenarnya istilah “selfie” sudah ada sejak 2005 yang dicetuskan oleh seorang fotografer...
  5. Kamera Pengintai Untuk Keamanan
    Kamera pengintai menjadi sebuah barang yang makin populer akhir-akhir ini. Seiring berjalannya waktu, kamera pengintai memiliki manfaat yang cukup penting untuk melindungi rumah, barang berharga,...

 

GEOGRAFI IX- Benua dan Samudra

  A Pengertian Benua dan Samudra Benua adalah hamparan daratan yang sangat luas yang pada bagian tengahnya bersifat kering karena tidak mend...